Mengapa RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) pantas ditolak
Jakarta, 23-Feb-2006, 21.00 wib; whilst still working in the office
Berikut sekali lagi ttg mengapa RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) pantas ditolak. Pendapat pribadi: RUU APP bukan hanya pantas, tetapi HARUS ditolak!! Mengapa?
karena RUU APP meletakkan perempuan sbg subordinat laki-laki, dan telah scr sewenang-wenang mengorbankan perempuan demi chauvinisme laki-laki, menempatkan perempuan hanya sbg obyek.
karena RUU APP mengklasifikasikan Pronografi dan Pornoaksi scr sangat sempit dlm kaitannya dengan perempuan; di mana yang dimaksud dg bagian tubuh tertentu yang sensual dlm RUU APP tsb terletak HANYA pada alat kelamin, paha, pinggul, pantat, pusar dan payudara PEREMPUAN, baik terlihat sebagian maupun seluruhnya. Mengapa hanya perempuan? Mengapa TIDAK ADA larangan sejenis bagi laki-laki?
karena RUU APP sangat diskriminatif thd perempuan, dimana tubuh perempuan dianggap sbg suatu barang yg menjijikan dan diposisikan sebagai (pelaku) kriminal. Mengapa diskriminatif? RUU ini ternyata sangat misoginis (membenci perempuan), salah satunya terbukti dari pelarangan yg HANYA berlaku bagi perempuan.
karena implementasi RUU APP akan menyerap sumber daya pemerintahan & rakyat yg sangat besar; yg alangkah jauh lebih baik nya bilasanya sumber daya tsb digunakan utk keperluan lain yg jauh lebih mendesak & bermanfaat bagi kepentingan serta (mungkin) kelangsungan hidup bangsa dan negara ini. Contoh:
# demi pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme
# pengejaran & pemaksaan pertanggungjawaban para debitor keuangan negara (kasus pengemplangan dana BLBI, etc)
# penuntasan berbagai kasus & pelanggaran HAM, maupun yg menusuk rasa
keadilan & hati nurani rakyat
karena RUU APP merp simbol kemunafikan bangsa; yg lebih suka/sering bersembunyi hanya pada "bahasa simbol", daripada melakukan suatu karya nyata. Masyarakat yg anehnya; dapat menghujat sekaligus menikmati objek yang (dinilai) bermuatan pornografi tsb. Masyarakat yg berpuas diri dg hanya ibadah scr vertikal (kpd Allah SwT), dengan melupakan aspek horisontal dlm ibadah (kpd sesama manusia & lingkungannya)
Correct Me If I'm Wrong,
CSU
=============================================
Kumpulan Artikel Rujukan Sehingga RUU APP Pantas Ditolak
Oleh Eko Bambang Subiyantoro @ Jurnal Perempuan
Jurnal Perempuan.com pernah memuat sejumlah artikel yang berkaitan dengan Pornografi dan masalah hak asasi perempuan atas tubuhnya. Mungkin dari artikel ini bisa menjadi masukan dan pertimbangan dari perspektif perempuan, sehingga menjadi jelas mengapa RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi itu kami Tolak. Berikut daftar linknya :
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=perspektif%7C-11%7CP
Judul : Antara Erotisme dan Pornografis: sebuah catatan filosofis
Penulis : Gadis Arivia
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=perspektif%7C-6%7CP
Judul : Gelombang Ketiga Feminisme : Inul?
Penulis : Gadis Arivia
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=perspektif%7C-35%7CX
Judul : Ancaman Itu Bernama : RUU Anti Pornografi dan Porno Aksi.
Penulis : Mariana Amiruddin
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C-19%7CP
Judul : RUU Anti Pornografi: Memicu Kekerasan Seksual
Penulis : Soe Tjen Marching
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C0%7CX
Judul : RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi: Mengapa hanya Perempuan?
Penulis : Ratna Hidayati
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=perspektif%7C-3%7CP
Judul : Perempuan dan Tubuhnya
Penulis : Adriana Venny
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C-39%7CP
Judul : Sistem Negeri Kita: Picu Pemerkosaan?
Penulis : Soe Tjen Marching

0 Comments:
Post a Comment
<< Home