"O Captain! my Captain!"
Senin sore, 27-Maret-2006, 17.10 wib
Starbucks Coffee, Plaza Senayan, ground fl, Jakarta,
Whilst self-reflecting for something happened on the last weekend, and waiting for a group discussion at Kinokuniya Book Store upstairs..
*my email titled above is quoted fr one of Walt Whitman's collection, an American poet. Not directly related to the email below & the file attached, though, just something that romantically crossed my mind when thinking about my most fave movie mentioned below.
Dear all, berikut sebuah artikel menarik kiriman seorang teman (file *.pps attached)..dikatakan sbg warisan Plato, salah satu filsuf terbesar yg pernah hidup di dunia. Mungkin isinya hanya ringan saja, tapi artikel tsb menawarkan pandangan & pemikiran ttg "pilihan", and it truly makes you think for a while (maaf bagi yg sudah pernah dapat - but it worth your time to re-read it, won't you agree?).
..dan hidup, my dear friends & my dearest one, hanyalah masalah pilihan.. yg lebih jauh akan memberikan "warna-warni" dlm hidup itu sendiri. The question is, would we have the courage & willingness to take the choice, and thus colorize our life further; or would we just let it drifted away as dreams may be by the sunbeams..? It is each of us to answer..honestly..
Seize each day and cherish them dearly. Every day opportunities await us. We must decide whether to take the chance or play it safe. Yet encourage yourself to take the risks, for nothing is gained without them. Look at the world in a different way; the only place where one can find out his or her true identity is within himself or herself. You see something you want, then go for it. Don't think twice, go for it. Don't leave this earth with nothing to show for it. Carpe Diem! - Seize the day, and make every moment meaningful.
"...But if you listen real close, you can hear them whisper their legacy to you. Go on, lean in. Listen, you hear it? — Carpe — hear it? — Carpe, carpe diem, seize the day my friends, make your lives extraordinary..." - Robin Williams, Dead Poets Society, 1989.
Regards,
CSU
PS:
Anticipating my 3 weeks vacation - begun tomorrow:p
Bandung, here I come..!!
====================
Plato's Love and Marriage
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?" Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"
Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi pada kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

0 Comments:
Post a Comment
<< Home